Kopi itu jujur

Kopi tuh jujur..
Ketika dia pahit ya pahit ketika dia asem ya asem ketika dia manis ya manis..

Kopi itu semua sama tergantung orangnya yang membuat kopi itu seperti apa.

Kopi itu buah yg paling menarik, kenapa..
Karna nyatanya. Walaupun kita coba berulang² rasanya bisa beda, walaupun org yg membuatnya juga sama..

Kopi itu gk bisa sendiri , cita rasanya di pengaruhi unsur yg lain, suhu, air, ketepatan menyeduhnya dan lain sebagainya.

Pokonya.. Kopi itu jujur.. Sejujur alam dan sejujur sang penciptaNya.

Iklan

Harlah IUQI 2019

Bingung hari minggu ini mau kemana, datang aja yuk gabung bareng kita-kita ikut kegiatan jalan sehat, dan dapatkan hadiah menarik ,

IUQI al-Islami dalam rangka tasyakur memperingati hari lahir yang ke-3 ini mengadakan beberapa event yang menarik. Jangan sampai lewat kan jadikan dirimu menjadi salah satu bagaian dari sejarah.

Uswah

Teladan yg baik akan mampu mengubah kata-kata kering yg jauh dari realitas menjadi kenyataan. ia juga mampu mengubah ungkapan bisu menjadi karya nyata. Alquran mencela manusia yg hanya bisa menyuruh orang lain melakukan krbaikan, sementara melupakan diri mereka sendiri.

“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca al Kitab (taurat). maka tidakkah kamu berpikir? ” (al baqarah 2:44)

renungan diri sendiri

Makna kebenaran/tugas UAS/bpk Teddy khumaidi. S.sos i . M. Ag

kebenaran itu tidak selamanya ada di pihak yang paling banyak membaca buku. dalam urusan yang berkenaan dengan Agamapun, kebenaran atau pendirian juga tidak bergantung kepada banyaknya buku yang telah dibaca, akan tetapi cocok atau tidaknya kebenaran itu dengan agama itu?..

apakah benar demikian? dasar sebuah kenaran itu dengan sebuah perasaan atau akal yang tak berdasar?

jika sebuah kebenaran dianggap benar mana kali ia bisa di terima dengan aqal secara rasional maka sudah di pastikan banyak hal yang terjadi di dunia ini yang tak pernah masuk aqal kau anggap itu hanya kebeyulan?…

sudahlah kawan, hematku dasar dari sebuah kebenaran itu adalah Al-quran dan Sunnahnya sedangkan izma dan Qiyas hanya penjelas saja..

just opinion…

Menulis itu sulit, katanya!

Karya : Siti Sulastri (sulas / teh last)

Sebuah karya akan memicu inspirasi. Teruslah berkarya
jika anda berhasil, teruslah berkarya
jika anda gagal teruslah berkarya
jika anda tertarik, teruslah berkarya
jika anda bosan teruslah berkarya
(Michael Chriction)

Ada banyak ragam pengertian artikel. Menurut Sharon Scull (1987) artikel didefinisikan sebagai bentuk karangan yang berisi analisis suatu fenomena alam atau sosial dengan maksud untuk menjelaskan siapa, apa, kapan, dimana, bagaimana dan mengapa fenomena alam atau sosial tersebut terjadi. Suatu artikel kadang-kadang menawarkan suatu alternatif bagi pemecahan suatu masalah.[block:views=similarterms-block_1]
Pada saat ini, menulis artikel di media cetak (dan elektronik) sudah menjadi kegiatan yang terhormat dikalangan intelektual. Identitas dan otoritas seorang intelektual akan terangkat jika ia dikenal sebagai seorang penulis artikel. Dengan menulis artikel dimedia cetak, seseorang akan dikukuhkan sebagai warga intelektual.
Namun demikian, bukan berati “kaum non intelektual” tidak memiliki kesempatan yang sama untuk menulis artikel di media massa. Belakangan ini, sudah banyak para praktisi, profesional di bidang tertentu dan penulis lepas (freelance) yang melakukan hal sama. Ini tentu fenomena yang menggembirakan, meskipun secara kuantitas jumlah mereka tidak begitu banyak.
Ada ungkapan yang mengatakan bahwa bangsa yang cerdas ditandai dengan kemampuan literasi bangsa itu sendiri. Hal ini menjadikan sebuah tulisan begitu berarti bagi negri itu sendiri, bagaimana tidak jika suatu negri di isi oleh orang-orang yang tidak gemar dalam membaca terlebih lagi enggan untuk menulis sudah di pastikan bangsa tersebut adalah bangsa yang tertinggal. Mungkin kita sering mendengar ungkapan “ membaca adalah jendela dunia” Artinya dengan membaca kita dapat melihat dunia. Dengan membaca kita dapat mengetahui seluk beluk dan lika-liku dunia. Dengan membaca kita dapat memiliki pengetahuan, sedangkan pengetahuan untuk zaman modern ini adalah bekal untuk menghadapi persaingan dan kompetisi.

Membaca dapat meningkatkan dan memperbaiki kualitas kehidupan kita. Membaca dapat mempengaruhi emosi, pemikiran dan sikap, sedangkan emosi, sikap dan pemikiran ini sangat menentukan kesuksesan dan kemajuan kita.
Dengan membaca kita dapat mempelajari hasil kerja otak, kejeniusan, pengalaman, penelitian, kekayaan sastra dan seni, dari orang-orang yang memiliki keahlian dibidangnya. Sehingga kita pun dapat menyerap keahlian mereka kedalam diri kita. Artinya jika kita menanam bibit-bibit kebaikan dan kekuatan kedalam pikiran kita, maka suatu saat kita akan memetik buah kebaikan dan kekuatan dari pikiran kita yang sangat berguna untuk menghadapi tantangan dan meraih kesuksesan.
Bagaimana membaca dapat mempengaruhi otak dan merubah hidup kita? karena membaca dapat membuat sel-sel syaraf dalam otak kita yang luar bisa menjadi aktif. Membaca dapat meningkatkan kapasitas dan kecerdasan otak kita.
Menulis itu adalah pekerjaan yang gampang-gampang susah. Bagi sebagian orang, menulis dianggap membutuhkan banyak waktu dan proses berpikir yang lama. Pendapat yang wajar mengingat, sebelum menulis harus ada kegiatan pendahuluan seperti membaca, merenung, mencari inspirasi dan seterusnya. Seperti perkataan bijak, gagal merencanakan sama dengan merencanakan gagal. Maka sebuah tulisan tanpa melakukan kegiatan pendahuluan, berpotensi melahirkan tulisan yang kering dan kurang enak dibaca sehingga pesan yang ingin tersampaikan gagal di pahami pembacanya.
Menulis juga sering menjadi momok menakutkan bagi masyarakat indonesia. Ini disebabkan lompatan budaya, dimana banyak yang mengunakan waktu luangnnya untuk berbicara, berbelanja, menonton televise dan serangkaian pekerjaan memiliki kecerdasan tinggi dan mempunyai banyak waktu luang, sehingga tradisi menulis gagal tumbuh karena belum munculnya kesadaran massif untuk membudayakan kebiasaan menulis ini.
Ada sebagiab orang yang menganggap menulis itu pekerjaan yang gampang. Sebab mereka umumnya terbiasa menulis dan ada keinginan untuk menulis, mereka meyakini bahwa menulis itu suatu hal yang manis, menyenangkan dan enak bagaikan sebatang coklat. Sebab menulis membuat aktivitas otak diajak berpikir, dan mengingat peristiwa, mata di ajak melihat kesalahan tulisan, tangan diminta menggerakan pena.
Jadi pada intinya adalah semuanya tergantung kepda sudut pandang kalian menilai sesuatu, apakah menulis itu menjadi suatu hal yang sulit, melelahkan dan membutuhkan waktu, atau justru malah sebaliknya semua tergantung kepada penilaian dirimu.
“engkau adalah apa yang kau pikirkan. Jika pikiranmu berkata sulit, maka urusan mudah menjadi sulit. Jika pikiran engkau perkara itu mudah, percayalah insyaa Allah semua masalah dimudahkan Allah SWT”.
Menurut buku nya M Arief Hakim, salah satu motivasi menulis di media massa ? pertama, dengan menulis di media massa maka tentu nya ide dan gagasan kita akan di baca di apresiasi oleh khalayak umum. Saat ini saya sudah menjadi contributor di beberapa media online maupun cetak di nasional maupun lokal. Alhamdulilla, berawal dari cuman kirim-kirim saja namun bisa menghasilkan manfaat yang luar biasa bagi diri saya khususnya. Tulisan kita biar tersebar kemana-mana. Kemudian ranah dakwah kita juga semakin luas lagi.
Kedua, dengan menulis di media massa , kita bisa mendapatkan honorium atau apresiasi dari media yang lumayan. Hal ini terkait dengan faktor kemandirian dan kebutuhan hidup. Apalagi saat ini dunia jurnalistik semakin membuka peluang besar. Sudah banyak media yang menghargai beberapa tulisan masyarkat dengan honor yang cukup mulai dari 200 ribu per artikel atau tulisan lainnya.
Kemudian jika kita menulis di media massa sebaiknya memakai bahasa yang populer, sederhana, komunikatif, dan mudah di pahami oleh khalayak. Bahasa yang kaku, ketat, dana formal atau terlalu bersifat akademis sebagaimana halnya bahasa makalah, paper, skripsi dll tentu nya tidak cocok untuk konsumsi media massa.
Beberapa cara dalam menulis di media masa, antara lain:
1. Kenali Media
Isi sebuah media, sekurang-kurangnya terdiri atas dua hal pokok. Pertama Fakta dan kedua Opini. Fakta disajikan dalam bentuk berita (meskipun ada banyak media massa yang beritanya ditulis dengan unsur subjecktivitas tinggi), sedangkan opini diwujudkan dalam bentuk karikatur, tajuk, surat pembaca, kolom, surat pembaca dan artikel. Biasanya, surat pembaca dan artikel memang ditulis oleh penulis luar dalam hal ini adalah pembaca dan masyarakat luas. Rubrik ini ditujukan sebagai sarana membangun komunikasi dua arah antara redaksi dengan pembacanya. Di beberapa media tertentu, pengaruh surat pembaca sangat siginifikan. Misalnya di media nasional seperti KOMPAS dan Tempo.
2. Aktual
Apa sebenarnya yang ingin dijual oleh media massa ? INFORMASI. Tepat sekali. Karena itu salah satu kehebatan sebuah media biasanya diukur lewat pertanyaan “seberapa aktual informasi yang disajikan?”. Nah, penulis artikelpun harus mengikuti jalur ini.
3. Dari Media Kecil
Jika kita seorang penulis pemula, jangan memaksakan diri untuk menulis artikel di media cetak besar. Lebih baik jika memulai mengirim artikel pada media lokal sembari mulai mengenalkan diri kepada redaksi. Syukur jika bisa secara rutin bisa menulis dimedia yang bersangkutan. Pada umumnya, redaksi media cetak lokal justru memiliki banyak waktu untuk menyeleksi dan memberi komentar terhadap artikel yang masuk.

Mengenal Semiwash

Semiwash adalah suatu proses pengolahan greenbeans dari cherynya dengan menggunakan perendaman atau cuci (wash) , hanya saja yang unik dari Semiwash yakni memiliki rasa 2 dimensi..

Yang Artinya sebagai jembatan sebagian citarasa fullwash menuju sebagian citarasa honey
Didunia cara pengolahan greenbeans atau proses semiwash tidak pernah ada, selain di indonesia.

Biasanya mereka (SCAA) hanya mengetahui 3 cara yaitu fullwash, honey, dan natural. Sedangkan Diindonesia ada 4 cara yaitu, fullwash, semiwash, honey, dan natural.

Indonesia sering dikenal dengan negara yang kaya akan budaya
Selain itu, ternyata indoneaia juga kaya akan cara mengolah kopi, dan kita sebagai generasi muda Harus bangga akan hal itu.